{"id":830,"date":"2023-09-23T14:46:40","date_gmt":"2023-09-23T14:46:40","guid":{"rendered":"https:\/\/pcmmu.co\/?p=830"},"modified":"2023-09-25T14:22:15","modified_gmt":"2023-09-25T14:22:15","slug":"bertahun-tahun-berdakwah-ke-lgbt-dan-waria-tafsir-mereka-juga-berhak-surga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/2023\/09\/23\/bertahun-tahun-berdakwah-ke-lgbt-dan-waria-tafsir-mereka-juga-berhak-surga\/","title":{"rendered":"Bertahun-tahun Berdakwah ke LGBT dan Waria, Tafsir: Mereka Juga Berhak Surga"},"content":{"rendered":"\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p>Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah dikenal memiliki program dakwah unggulan terhadap kelompok terpinggirkan (marjinal), yaitu mendampingi kelompok waria dan LGBT (lesbian, gay, bisexual, dan transgender).<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Ketua PWM Jawa Tengah, M. Tafsir, pilihan dakwah kepada dua kelompok tersebut bukan hal baru bagi Muhammadiyah. Sebab, paham keagamaan Muhammadiyah sejati menurutnya bersifat inklusif dan terbuka.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Rapat Kerja Nasional Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Jum\u2019at (22\/9) M. Tafsir lantas menjelaskan bahwa Muhammadiyah memiliki visi Al-Irsyadah (petunjuk) untuk membimbing kehidupan manusia menjadi hidup yang maju dan bahagia di dunia dan akhirat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBerdasarkan pengertian agama Islam menurut Muhammadiyah, ada hadis ad dinu yusrun (agama itu mudah) dan keberagamaan yang terbaik adalah yang hanif, moderat, toleran. Ada prinsip yasiru wa laa tu\u2019asiru (permudah, jangan persulit), basyiru wa laa tunafiru (sebarkan kabar gembira, bukan ancaman). Apalagi sesungguhnya surga jannatun naim itu menyapa semua orang, tidak pilih siapapun, termasuk kaum marjinal,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMaka pendampingan kita ke sana adalah bagaimana kita memperlakukan mereka sebagai manusia yang berhak masuk surga serta membimbing mereka memahami fikih dalam beribadah,\u201d imbuh Tafsir.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain menggandeng kelompok waria dan LGBT agar perlahan kembali ke jalan yang benar, Muhammadiyah dalam hal ini ikut membantu penguatan dari sisi ekonomi, memahami kultur, dan memberikan dukungan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita menolak LGBT sebagai gaya hidup, tapi kita tidak boleh sia-sia (semena-mena) kepada orang yang menjadi korban dari LGBT. Kita memberantas kemiskinan tapi tidak boleh sia-sia kepada orang miskin. Ingat mereka tetap manusia yang punya hak surga seperti kita. Jadi dakwah itu jangan hanya memahami ayat Alquran dan hadis saja, tapi dakwah pun harus memahami manusia. Kalau ingin dakwah berhasil, pahamilah manusianya,\u201d pesan Tafsir.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari dakwah yang telah digerakkan kepada dua kelompok itu selama bertahun-tahun, PWM Jawa Tengah terbilang berhasil. Ratusan orang dari mereka telah kembali ke jalan yang benar. Keberhasilan ini kata Tafsir tak lepas dari dua hal, yaitu membangun mental bunga teratai dan memaknai purifikasi dalam koridor alam berpikir Muhammadiyah. Seseorang yang memiliki ketakwaan baik, disebut Tafsir sejatinya tidak berjarak dengan masyarakat. Tidak terseret arus dan justru berbuat kebaikan untuk mengentaskan masyarakat dari keburukan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBangunlah mental bunga teratai, maka dia tetap bersih walaupun berada di tengah comberan,\u201d ucap Tafsir memberikan perumpamaan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPurifikasi Muhammadiyah itu bukan tekstualisasi. Muhammadiyah di satu pihar ruju\u2019 ilal Quran wa Sunnah tapi di sisi lain membangun pikiran utama dengan cara bayani, burhani, dan irfani. Ini luar biasa, bukan tekstualisasi,\u201d pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel ini diterbitkan ulang dari: <a href=\"https:\/\/tabligh.id\/bertahun-tahun-berdakwah-ke-lgbt-dan-waria-tafsir-mereka-juga-berhak-surga\/\">https:\/\/tabligh.id\/bertahun-tahun-berdakwah-ke-lgbt-dan-waria-tafsir-mereka-juga-berhak-surga\/<\/a><\/p>\n\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"tmnf_excerpt\"><p>Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah dikenal memiliki program dakwah unggulan terhadap kelompok terpinggirkan (marjinal), yaitu mendampingi kelompok waria dan LGBT (lesbian, gay, bisexual, dan transgender). Menurut Ketua PWM Jawa Tengah, M. Tafsir, pilihan dakwah kepada dua kelompok tersebut bukan hal baru bagi Muhammadiyah. Sebab, paham keagamaan Muhammadiyah sejati menurutnya bersifat inklusif dan terbuka. Dalam &hellip;<\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":3,"featured_media":831,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-830","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aktivitas"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/tabligh-3.jpeg",1280,1228,false],"thumbnail":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/tabligh-3-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/tabligh-3-300x288.jpeg",300,288,true],"medium_large":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/tabligh-3-768x737.jpeg",768,737,true],"large":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/tabligh-3-1024x982.jpeg",1024,982,true],"1536x1536":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/tabligh-3.jpeg",1280,1228,false],"2048x2048":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/tabligh-3.jpeg",1280,1228,false],"codate_slider":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/tabligh-3.jpeg",1042,1000,false],"codate_item":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/tabligh-3.jpeg",365,350,false],"codate_item_vetical":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/tabligh-3.jpeg",500,480,false],"codate_item_masonry":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/tabligh-3.jpeg",550,528,false],"codate_blog":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/tabligh-3.jpeg",354,340,false],"codate_single":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/tabligh-3.jpeg",521,500,false],"codate_tabs":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/tabligh-3.jpeg",90,86,false],"tptn_thumbnail":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/tabligh-3.jpeg",250,240,false]},"author_info":{"display_name":"pcm babadan","author_link":"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/author\/pcm-babadan\/"},"category_info":"<a href=\"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/category\/aktivitas\/\" rel=\"category tag\">Aktivitas<\/a>","tag_info":"Aktivitas","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/830","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=830"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/830\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/831"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=830"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=830"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=830"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}