{"id":1715,"date":"2024-05-31T01:33:23","date_gmt":"2024-05-31T01:33:23","guid":{"rendered":"https:\/\/pcmmu.co\/?p=1715"},"modified":"2024-05-31T01:33:23","modified_gmt":"2024-05-31T01:33:23","slug":"benarkah-ada-logo-muhammadiyah-di-pintu-kabah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/2024\/05\/31\/benarkah-ada-logo-muhammadiyah-di-pintu-kabah\/","title":{"rendered":"Benarkah Ada Logo Muhammadiyah di Pintu Ka\u2019bah ?"},"content":{"rendered":"\n<p>Bagi mereka yang pernah melihat pintu Ka\u2019bah dengan lebih teliti, baik melalui foto, replika atau miniatur pintu Ka\u2019bah atau bahkan melihat pintu Ka\u2019bah secara langsung, akan melihat ada dua ornamen bergambar matahari bersinar dua belas, dengan tulisan Arab di tengah keduanya. Sehingga muncul anggapan bahwa ada logo Muhammadiyah di pintu Ka\u2019bah.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka benarkah ada logo Muhammadiyah di pintu Ka\u2019bah ? Lalu apa dan bagaimana sejarah, spesifikasi dan ornamen di pintu Ka\u2019bah ?<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Spesifikasi Pintu Ka\u2019bah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pintu Ka\u2019bah yang terpasang hari ini terbuat dari emas murni seberat 280 kilogram, berada sekitar 2.22 meter dari atas tanah, memiliki tinggi sekitar 3,18 meter, dengan luas 1,71 meter dan tebal kusen sekitar setengah meter. Pintu Ka\u2019bah terdiri dari dua daun pintu di kanan dan kiri, dengan kain yang menutupinya dari luar. Baik pintu Ka\u2019bah maupun kain yang menutupinya dipenuhi ornamen Arab yang cukup indah, unik dan sedikit rumit.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sejarah Singkat Pintu Ka\u2019bah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Memang belum bisa dipastikan dengan jelas sejak kapan Ka\u2019bah memiliki pintu sebagaimana lazimnya. Akan tetapi para Sejarawan Islam berpendapat bahwa pintu Ka\u2019bah sudah ada sejak era Kaum Tubba\u2019, atau era Kerajaan Yaman Kuno. Di era kaum Quraisy, pintu Ka\u2019bah kemudian disempurnakan dengan dua daun pintu berbahan kayu.<\/p>\n\n\n\n<p>Hingga pada tahun 781 H \/1380 M , pintu Ka\u2019bah kemudian dihiasi dengan lebih baik. Begitu pula di tahun 961 H \/ 1554 M dan 964 H \/ 1557 M, Sultan Sulaiman yang berkuasa masa itu kemudian memperindah pintu Ka\u2019bah dengan melapisinya dengan perak.<\/p>\n\n\n\n<p>Di masa pemerintahan Murad IV pada tahun 1045 H\/ 1636 M, pintu Ka\u2019bah kembali dihias, dan disempurnakan kembali di era Sultan Ahmad Khan dengan ukiran nama dan tahun renovasinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Hingga era Kerajaan Arab Saudi, terkhusus di era \u2018Abdul \u2018Aziz pada tahun 1944 M yang memperbarui pintu Ka\u2019bah dengan pintu berbahan alumunium, dengan dilapisi perak dan emas, berukir <em>al-Asma al-Husna.<\/em> Sedangkan pintu Ka\u2019bah yang bertahan hingga hari ini adalah pintu Ka\u2019bah yang dibuat di era Raja Khalid bin \u2018Abdul \u2018Aziz di tahun 1977 M.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun ukiran matahari yang mirip dengan logo Muhammadiyah, baru tampak pada pintu Ka\u2019bah yang dibuat di era \u2018Abdul Aziz (1944) dengan 16 sinarnya. Sedangkan ukiran matahari bersinar 12 adalah pintu Ka\u2019bah era Khalid bin \u2018Abdul \u2018Aziz (1977) yang diukir dengan lebih modern dan rapi. Sejauh ini, ukiran matahari tidak ditemukan di pintu Ka\u2019bah yang lebih lama dari dua periode raja Arab Saudi ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Perlu diketahui pula bahwa penggunaan logo matahari yang serupa dengan logo Muhammadiyah sudah banyak dipakai oleh lembaga-lembaga apapun di berbagai negara. Meskipun mungkin perlu dilacak, apakah ukiran logo matahari dengan dua belas sinar di pintu Ka\u2019bah di era Khalid ini terinspirasi dengan logo Muhammadiyah yang sudah berdiri di Indonesia sejak 1912 ? Pertanyaan ini belum mendapat jawaban pasti.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ornamen Pintu Ka\u2019bah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dari paling atas, adalah ukiran lafadz \u201c<em>Allah Jalla Jalaluhu<\/em>\u201d dan nama \u201cMuhammad\u201d \u2013<em>shallallahu \u2018alaihi wa sallam-.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Pada baris kedua, bertuliskan \u201c<em>bismillahirrahmanirrahim<\/em>\u201d di daun pintu kanan, dan \u201c<em>udkhuluha bis alamin aminin<\/em>\u201d, bermakna \u201cmasuklah ke dalamnya dengan keselamatan dan keamanan\u201d di daun pintu kiri. Ini merupakan ayat 46 dari Surat Al-Hijr.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada baris ketiga, terdapat ukiran \u201c<em>ja\u2019alallahu-l-ka\u2019bata-l-baita-l-harama qiyaman linnasi wasy syahral haram\u2026<\/em>\u201d yang bermakna \u201cAllah telah menjadikan Ka\u2018bah rumah suci tempat manusia berkumpul. Demikian pula bulan haram\u2026\u201d merupakan penggalan Surat Al-Maidah ayat 97.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan baris keempat terukir \u201c<em>Wa qul rabbi adkhilni mudkhala shidqin wa akhrijni mukhraja sidqin waj\u2019alni min ladunka sulthanan nashira<\/em>\u201d bermakna \u201cDan katakanlah \u2018Wahai Tuhanku, masukkanlah aku dengan cara yang benar (baik) dan keluarkanlah aku dengan cara yang baik pula, dan karuniakanlah padaku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong \u201d. Ini merupakan ayat ke-80 dari Surat Al-Isra\u2019. <strong>(Faruqi)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Artikel in i diterbitkan ulang dari: <a href=\"https:\/\/muhammadiyah.or.id\/2024\/05\/benarkah-ada-logo-muhammadiyah-di-pintu-kabah\/\">https:\/\/muhammadiyah.or.id\/2024\/05\/benarkah-ada-logo-muhammadiyah-di-pintu-kabah\/<\/a> <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"tmnf_excerpt\"><p>Bagi mereka yang pernah melihat pintu Ka\u2019bah dengan lebih teliti, baik melalui foto, replika atau miniatur pintu Ka\u2019bah atau bahkan melihat pintu Ka\u2019bah secara langsung, akan melihat ada dua ornamen bergambar matahari bersinar dua belas, dengan tulisan Arab di tengah keduanya. Sehingga muncul anggapan bahwa ada logo Muhammadiyah di pintu Ka\u2019bah. Maka benarkah ada logo &hellip;<\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":3,"featured_media":1716,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,16],"tags":[7],"class_list":["post-1715","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aktivitas","category-sejarah","tag-sejarah"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/kakbah.webp",459,375,false],"thumbnail":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/kakbah-150x150.webp",150,150,true],"medium":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/kakbah-300x245.webp",300,245,true],"medium_large":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/kakbah.webp",459,375,false],"large":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/kakbah.webp",459,375,false],"1536x1536":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/kakbah.webp",459,375,false],"2048x2048":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/kakbah.webp",459,375,false],"codate_slider":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/kakbah.webp",459,375,false],"codate_item":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/kakbah.webp",428,350,false],"codate_item_vetical":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/kakbah.webp",459,375,false],"codate_item_masonry":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/kakbah.webp",459,375,false],"codate_blog":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/kakbah.webp",417,340,false],"codate_single":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/kakbah.webp",459,375,false],"codate_tabs":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/kakbah.webp",90,74,false],"tptn_thumbnail":["https:\/\/pcmmu.co\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/kakbah.webp",250,204,false]},"author_info":{"display_name":"pcm babadan","author_link":"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/author\/pcm-babadan\/"},"category_info":"<a href=\"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/category\/aktivitas\/\" rel=\"category tag\">Aktivitas<\/a> <a href=\"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/category\/sejarah\/\" rel=\"category tag\">Sejarah<\/a>","tag_info":"Sejarah","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1715","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1715"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1715\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1717,"href":"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1715\/revisions\/1717"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1716"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1715"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1715"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pcmmu.co\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1715"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}