
Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Babadan, Imam Syaifudin, S.Ag. ditemui saat prosesi ikrar wakaf untuk PRM Lembah dan PRM Babadan pada Kamis, 28 Agustus 2025 berpesan kepada pengelola tanah wakaf. Dia berharap tanah-tanah yang sudah menjadi milik persyarikatan benar-benar diurus dan dikelola dengan baik agar amal jariyah wakif (orang yang berwakaf) terus mengalir pahalanya.
Hal itu disampaikan karena masih ada tanah wakaf di lingkungan PCM Babadan masih belum diurus dan digarap dengan baik. Faktornya banyak. Ada yang disewakan kepada orang lain, sementara penyewa tidak memanfaatkan dengan maksimal. Meskipun ada dana yang masuk organisasi, tetapi melihat tidak dimanfaatkan maksimal rasanya ada yang kurang.
Faktor lainnya adalah karena sumber daya di PRM yang minim dan tidak tahu harus dikelola seperti apa tanah wakaf tersebut. Pengetahuan tentang menggarap lahan yang kurang memadahi sehingga tanah masih belum dapat memberi manfaat dengan baik.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka pak IM mengajak kepada seluruh warga persyarikatan untuk ikut berperan dalam pendayagunaan tanah wakaf yang belum produktif. Salah satunya adalah aset wakaf yang coba akan diseriusi adalah aset wakaf yang terletak di PRM Pondok. Ada sebuah rumah dan halaman kosong serta tanah pekarangan.
Maksud dan tujuan gagasan ini adalah adalah Investasi Wakaf Uang untuk mendorong agar lahan kosong tersebut bisa dimanfaatkan. Hal ini karena jumlah SDM di PRM tidak sanggup jika diserahi tanggung jawab yang demikian besar untuk mengolah lahan. Sehingga dibutuhkan bantuan tenaga dan biaya dari semua pihak yang terlibat agar tanah wakaf tersebut produktif.
Rencananya, rumah dan halaman kosong akan digunakan untuk buka usaha Loundry karena lokasinya di pinggir jalan desa. Kemudian pekarangan kosong akan ditanami pohon buah alpukat. Ini tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk usaha loundry kebutuhan biaya renonasi dan pengadaan barang sekitar Rp25.000.000 dan untuk mengolah pekarangan menjadi kebun buah dibutuhkan biaya persiapan awal, bibit dan pupuk sebesar Rp30.000.000.
Dana yang masuk nantinya akan dikelola untuk memproduktifkan lahan dan hasil dari usaha bisa digunakan untuk dakwah peryarikatan. Ini masih berupa ajakan apabila diseriusi maka akan kami bentuk tim untuk bisa merealisasikan hal tersebut. Tentu nanti bersama-sama dengan nazir wakaf PCM Babadan pungkasnya.











